Tips Solo Traveling ke Turki di Masa New Normal
Tips Solo Traveling ke Turki di Masa New Normal

Tips Solo Traveling ke Turki di Masa New Normal

Hello guys, Kali ini aku mau sharing pengalaman aku ke Turki bulan Maret 2021 kemarin. So, apa aja sih yang harus diperhatikan dan dipersiapkan ketika traveling ke Turki dan kembali ke Indonesia di masa new normal seperti ini? Here you go…

1.Persiapan traveling ke Turki

a.Tiket pesawat Of course lah yaa, pasti butuh tiket pesawat supaya bisa traveling ke Turki. But, bukan hanya tiket murah saja yang harus kita perhatikan. Tetapi masalah waktu transit dan masa berlaku hasil negatif PCR/Swab Antigen serta kebijakan transit selama masa pandemi di negara transit juga harus diperhatikan. Biasanya harga tiket yang murah mensyaratkan untuk transit beberapa jam di negara transit. Nah, ini harus diperhatikan banget. Jangan sampai waktu transit yang lama justru malah membuat habisnya masa berlaku tes PCR/Swab Antigen ketika sampai di Turki. Ada beberapa airlines yang menawarkan tiket murah ke Turki, diantaranya adalah Qatar Airways yang transit di Doha, Etihad Airways yang transit di Abu Dhabi, dan Emirates yang transit di Dubai. Biasanya harga tiket yang ditawarkan sekitar Rp5,000,000 - Rp7,000,000 dengan masa transit sekitar 2 - 18 jam. Nah, sebelum execute untuk beli tiketnya, better cek kebijakan transit di negara tersebut dan juga waktu transit yang dibutuhkan. Jangan sampai karena tergiur dengan tiket yang sangat murah namun waktu transitnya sangat lama sehingga menyebabkan hasil tes PCR/Swab Antigen menjadi expired ketika tiba di Istanbul. Kalau saran saya, better beli direct flight yang langsung ke Istanbul sehingga tidak perlu repot lagi dengan kebijakan transit di negara transit selama pandemi ini. Kemarin saya beli tiket Turkish Airlines Jakarta - Istanbul sekitar Rp8,000,000 di Trip.com sementara harga normalnya pada saat itu adalah Rp12,000,000 (untuk harga tiket pesawat sangat fluktuatif yaa, tergantung dari USD vs Turkish Lira vs Rupiah. Nah, untuk mendapatkan tiket murah, kalian bisa cek setiap saat di Skyscanner, nanti akan diarahkan ke deal yang diurutkan berdasarkan penawaran termurah. Pada saat itu, yang paling murah adalah tiket Turkish Airlines yang ditawarkan oleh Trip.com, so I bought the ticket from Trip.com. Oiya, perlu diperhatikan juga review dan rating tempat pembelian tiket online tersebut yaa, just to make sure it is a safe platform. b.Visa Untuk Visa Turkey ada beberapa opsi pembelian, karena banyak dijual juga oleh agen online penjualan visa. Namun, saran saya lebih baik beli langsung dari situs resmi pemerintah Turki di link berikut evisa. Adapun harga visa single entry adalah sebesar USD 35. Setelah melakukan pendaftaran dan pembayaran, e-visa akan dikirim melalui email. So, silahkan di download dan di save di handphone atau di print-out yaa visanya. c.Hayat Eve Siğar Code (HES Code) Selama masa pandemi, Pemerintah Turki mensyaratkan agar semua turis memiliki HES Code, kecuali anak-anak dibawah 2 tahun. HES Code adalah suatu kode yang dapat digunakan untuk tracing penyebaran Covid-19. HES Code ini merupakan salah satu syarat yang harus dipenuhi untuk memasuki Turki. Ketika melewati counter imigrasi di Istanbul Airport, petugas imigrasi akan menanyakan HES Code tersebut. Selain itu, HES Code juga digunakan ketika kita memasuki mall, hotel, restaurant, cafe, museum atau tempat-tempat lainnya di Turki. Kalian bisa mendapatkan HES Code tanpa dipungut biaya apapun dengan melakukan pendaftaran pada situs berikut register health. Setelah itu, HES Code akan dikirim melalui email, kalian bisa download HES Code tersebut dan tunjukan pada petugas ketika diminta karena mereka akan scan barcode yang terdapat pada HES Code tersebut sebagaimana terlihat pada gambar dibawah ini. hes d.Hasil negative PCR atau Swab Antigen Sampai dengan tulisan ini dibuat, Pemerintah Turki masih mensyaratkan hasil negatif PCR 72 jam atau Swab Antigen 48 jam sebelum keberangkatan dan hasil tes tersebut harus ditunjukan pada saat check-in di airport dan di counter imigrasi ketika sudah tiba di Turki. Namun, tes PCR tersebut tidak diwajibkan sepanjang kita dapat menunjukkan: - Sertifikat telah divaksin setidaknya 14 (empat belas) hari sebelum keberangkatan - Surat Pernyataan dari Dokter yang menyatakan telah sembuh dari Covid-19 dengan masa berlaku 6 (enam) bulan. Oiya, karantina tidak diwajibkan atas turis Indonesia, kecuali dalam waktu 14 (empat belas) hari sebelum tiba di Turki telah mengunjungi negara-negara berikut: Afghanistan, Bangladesh, Brazil, Afrika Selatan, India, Nepal, Pakistan dan Sri Lanka. Nah, apabila dalam waktu tersebut kita mengunjungi negara-negara tersebut, maka diwajibkan untuk karantina selama 14 (empat belas) hari di lokasi yang ditentukan oleh petugas di bandara.

2.Selama di Turki

Perlu diperhatikan bahwa Pemerintah Turki masih memberlakukan kewajiban memakai masker dan pembatasan sosial (curfew) diakhir pekan (Sabtu dan/atau Minggu). Namun, pembatasan sosial tersebut hanya berlaku bagi warga lokal dan turis internasional diizinkan untuk keluar atau jalan-jalan. Namun, konsekuensinya adalah banyak toko, restaurant, cafe, mall, dan/atau museum yang tutup. Kalaupun buka, hanya menawarkan take away dan tidak diizinkan untuk dine-in. Karena peraturan mengenai pembatasan sosial ini berubah-ubah, jadi kalian bisa riset terlebih dahulu mengenai pembatasan sosial akhir pekan tersebut. Contoh, waktu aku di Istanbul, pembatasan sosial (curfew) ini hanya berlaku setiap hari Minggu.Tetapi, satu minggu kemudian, pembatasan sosial tersebut berlaku dari hari Sabtu dan Minggu. So, check it out biar nggak mati gaya waktu disana..

3.Persiapan kembali ke Indonesia

Selesai liburan di Turki, kita harus melakukan tes PCR kembali 72 jam sebelum keberangkatan ke Indonesia. Karena pemerintah Indonesia masih mensyaratkan hasil PCR negatif sebelum memasuki wilayah Indonesia. Selain itu, setibanya di tanah air, kita harus memilih hotel karantina yang tersedia di airport Soekarno Hatta dan melakukan karantina di hotel tersebut selama 5 (lima) hari. Pada saat kedatangan, akan dilakukan tes PCR pertama di hotel, kemudian tes PCR kedua akan dilakukan di hari keempat. Kita diizinkan untuk melanjutkan perjalanan di hari kelima kalau hasilnya negatif.